KLCC Menara Kembar

Setelah menikmati bukit kapur unik nan menarik Batu Caves, bus terhenti pada sebuah toko cinderamata yang tidak terlalu jauh dari Batu Caves. Berbagai macam oleh-oleh dengan nuansa Malaysia tersedia, mulai dari gantungan kunci, gunting kuku, keris, dan berbagai macam lainnya. Teman-teman berburu oleh-oleh untuk dibawa pulang. Demi berhemat, Aku lebih memilih sekedar berkeliling, melihat-lihat kemudian pergi keluar menghirup udara segar. Hari sudah mulai senja, kami cuma memiliki sedikit waktu disini sebelum melanjutkan perjalanan. Jadi, aku bersama dengan seorang teman lebih memilih menghabiskan waktu duduk santai di pelataran, ternyata bangunan rumah dan suasana disini tidak berbeda jauh dengan negara sendiri hanya lebih tertata rapi saja.

Menara Kembar Petronas


Setelah rombongan puas berburu cenderamata kami kembali ke bus dengan berbagai macam tentengan, kami kembali melaju sejauh -+13KM. Bus melaju dengan santai tidak tergesa menuju ke ikon paling populer dari negeri jiran, apalagi kalau bukan Menara Kembar Petronas. Sejak SD dulu rasanya hanya bisa melihat dari IPS, gambar di koran, atau layar kaca saja. Buat kami orang-orang biasa mungkin agak berlebihan untuk mengatakannya mimpi saja masih enggak sempat untuk berkunjung langsung eh sekarang malah dapat kesempatan menatap langsung dengan mata kepala sendiri. Rasa syukur tak terhingga atas nikmat yang diberikan, semua hal yang pertama kali itu selalu terasa luar biasa. Bukankah demikian?

sore di sekitar toko cinderamata

Menara Kembar Petronas jadi menara tertinggi didunia dari tahun 1998 hingga 2004, sebelum dilampau oleh Taipe 101 dan kemunculan Burj Khalifa. Paling tidak Aku pernah sangat mengagumi menara ini, dibawah menara kembar terdapat taman KLCC seluas 69.000m, jadi spot yang sangat menarik untuk para turis untuk bersantai setelah seharian berkeliling wisata lain di Malaysia. Tempat duduk yang tertata dengan rapi, menikmati senja menuju malam dibawah menara kembar. Guide kami memang cerdas, dia pandai menentukan waktu yang tepat, menara kembar jadi terlihat sangat bercahaya menunjukkan daya magisnya. Sehingga membuat mereka para pemburu selfi tiada henti menekan tombol kamera mereka. Kalau bisa jogging pagi disini juga seru juga, sayangnya waktu yang tersedia terbatas, jadi hanya perlu pasrah dan menikmati waktu yang ada.

Salah satu teman mengajak masuk ke dalam Suria KLCC Mall, sebuah pusat perbelanjaan paling sibuk yang berada dibawah menara kembar. Wow, wonderfull! Bukan barang jualan atau toko-toko yang membuat tatapan kagum. Tapi SPM dan SPG itu lho, kalau di Indonesia mungkin mereka sudah cocok jadi artis, tinggi, putih ngeliatnya aja sampai harus ngedongak udah kayak artis-artis Korea gitulah. Ternyata dia ngajak masuk karena punya tujuan, calon istrinya minta dibelikan sepatu yang sudah cukup memiliki pamor di antara para Traveller yang berkunjung ke menara kembar. Terlanjur masuk dan terjebak oleh ajakan jadilah tergoda juga untuk membeli beberapa item, lagipula harganya masih terjangkau dan lumayan keren dibawa buat oleh-oleh untuk keluarga.

Sejak dari Batu Caves sebenarnya perut sudah tidak bersahabat, pas sekali masuk ke mall. Jadi mulailah Aku bergerilya toilet, setelah berkeliling beberapa menit ketemu juga yang dicari. Untuk pusat perbelanjaan biasa ditanah air toilet rata-rata pasti gratis tapi disini aku harus merogoh kocek senilai 2 ringgit untuk kenikmatan yang satu ini, kurang lebih 7ribu rupiah buat kita tentu cukup tinggi. Tapi sebanding dengan kualitas toilet yang bersih dan modern.

Sebenarnya ada banyak tempat yang bisa kita ulas, tapi terlalu panjang untuk diceritakan. Jadi cukup segini saja ya. Kebetulan para driver bus sudah menunggu dan kami harus segera kembali ke penginapan bukan hotel ya, kami menginap di flat sejenis rusun yang sebelumnya sudah Aku jelaskan. 

Komentar

Postingan Populer