Cemara, Debur Ombak, dan Aura Sunyi Pantai Riting


Pergi untuk travelling itu penting untuk mengisi lagi semangat yang hilang tapi tetap harus dengan perhitungan yang matang jangan sampai kamu memaksakan pergi sementara banyak hal penting lainnya terbengkalai. Pergi yang baik adalah disaat semua kewajiban dan kebutuhan pokok sudah terpenuhi. Selain itu perihal pekerjaan jangan banyak yang tertunda dan kalaupun ada sedikit tapi yakin bisa menyelesaikan setelah pulang nanti. Jadi kalau pergi menganggu keuangan dan pekerjaan, alangkah bijaknya untuk menahan diri sementara waktu, dengan tidak memaksakan diri pergi. 

Jika travelling yang memaksakan diri bisa berakibat fatal pada masa depan, misal menginggalkan pekerjaan kantor sementara pekerjaan yang ditinggalkan penting dan berakibat fatal sehingga bos marah, bolos kuliah sehingga menghambat kelulusan, uang yang hanya cukup untuk keperluan sehari-hari terkuras habis hanya untuk travelling sehingga sepulangnya bingung mencari pinjaman kesana kemari. Tentu menahan diri jadi keputusan yang bijak, intinya pergilah ketika kamu sudah dalam posisi yang nyaman dan sudah menyiapkan budget untuk perjalanan tersebut.


Dan jangan sampai Pergi aja pergi yang lain urusan nanti, begitulah sebagian yang keras kepala, urusan semua itu urusan nanti yang penting foto dulu, gaya dulu, keliatan keren aja dulu. Abis itu melarat dadakan.

setiap hari adalah travelling

Baiklah lanjut ke Pantai kedua yang Aku sambangi pantai Riting. Sambutan hangat dari pepohonan yang rata-rata setinggi 1,5 meter di sepanjang jalan menuju ke pantai cukup menghibur ditengah jalanan yang berkerikil. Jarak dari jalan utama menuju ke pantai hanya 100m, sesampainya dipantai pohon cemara sudah menanti. Selain itu beberapa perahu bersandar diantara pepohon cemara nanti rindang. Aku tidak menjumpai satupun pengunjung dipantai satu ini, mungkin karena hari kerja. Duduk dibawah teduhnya pohon cemara pada siang hari, mendengarkan deburan ombak, serta gesekan pasir, bisikan angin sepoi-sepoi meluluhkan hati membawa pada bayang kenangan, sudahlah rasakan saja ketenangan jangan terkurung pada kenangan. Meski tidak seramai Lampuuk tapi kalian tetap harus coba bermain di pantai Riting. 


Pantai Riting lebih kecil dari lampuuk, di sekitar pantai Aku tidak menjumpai ada pedagang, membuat pantai satu ini jadi terlihat lebih alami. Pantainya bersih, terawat dengan baik tidak aku temui sampah sisa jajanan seperti di pantai-pantai pada umumnya. Walau belum ada pengelola resmi jika sebersih ini, merupakan satu hal luar biasa. Bangga jika seluruh wisatawan memiliki kesadaran akan menjaga alam juga sensitifitas terhadap kebersihan di lingkungan wisata. Sebuah kebanggaan yang luar biasa.

Ini solusi buat kita-kita yang suka gratisan, lumayan renang-renang enggak usah pakai modal. Terus dapat objek foto yang indah lagi. Jika pantai sudah dikelola dengan baik dan benar maka biayanya tidak akan murah lagi, mumpung masih gratis mari serbu Pantai Riting dengan keindahan hutan cemara, pasir yang lembut, serta deburan ombak, gesekan pasir tempat kita bisa bersembunyi dari hiruk pikuk dimana sunyi itu mendamaikan dari realita. Selamat berkunjung ke Pantai Riting.

Komentar

Postingan Populer