 |
| warna biru yang sempurna |
Sambil menikmati pantai Riting akan berdiskusi dengan Guide yang hari ini menemani perjalanan menyusuri Aceh. Aku bertanya apakah masih cukup
waktu jika kita mencoba ke Puncak Geurutee, dari hasil Googling tempat ini luar
biasa menawarkan keindahan. Tapi jarak yang harus kami tempuh jika lancar satu
jam, artinya dari Puncak Geurutee kembali ke Kajhu nanti kami akan menghabiskan
3 jam di perjalanan.
Guide menjawab lebih dari cukup dan kami langsung melaju ke
Geurutee, dengan syarat kami akan tiba di Kajhu agak sedikit larut. Sepanjang jalan menuju Geurutee begitu banyak suguhan pantai menarik yang memanjakan mata. Sebuah pantai paling menarik dengan tenda-tenda berwarna-warni memanggil jiwa untuk melipir sayangnya Geurutee telah memanggil.
Tapi apalah daya godaan pantai yang memanjakan mata ini akan menimbulkan penyesalan bila tidak berhenti sejenak. Daripada kelak akan jadi sesal ada baiknya biarkan raga ini menikmatinya barang beberapa menit sambil mengabadikan momentnya. Pantai tersebut berada tepat ditepi jalan,
terdapat pepohonan beranting kecil seolah-olah akan mati tapi masih terdapat daun-daun
jarang yang hijau. Bebatuan besar terpampang dibeberapa bagian, dia
menawan biarkan Aku bersenggama meski sesaat.
 |
|
Hembusan angin kencang pasir
halus, tidak ada papan nama untuk pantai yang satu ini, tidak ada seorangpun
yang bisa dijadikan tempat bertanya sekalipun yang mengantar, dia tidak
mengenal nama pantai itu. Keponakan yang bersama denganku, langsung melepas sendal dan bermain
dengan deburan ombak yang sampai ke tepian pantai. Pemandangannya lebih menarik
dari pantai Lampuuk. Dari sini kita bisa melihat bukit tinggi menjulang dengan dipenuhi nuansa hijau dari kejauhan, disanalah Puncak
Gunung Geurutee berada. Setelah merasa cukup walau sesaat kami kembali lanjut.
 |
|
Sepanjang perjalanan tadi ada begitu banyak rambu lalulintas yang bergambar lembu atau sapi, karena begitu keluar dan mulai menjauh dari kota Banda Aceh sepanjang jalan kita akan sering menjumpai hewan ternak lembu sepanjang jalan-jalan umum yang beraspal. Beberapa kali gerombolan lembu menyusuri tepi jalan tidak jarang juga malah menguasai jalanan, membuat kami harus mengalah. Pemandangan yang jarang dijumpai seperti ini selalu memberi daya tarik tersendiri. Buatku yang terbiasa dengan hiruk pikuk mendapat hiburan yang tiada tara
 |
| https://tamboraku.blogspot.com/2015/12/rambu-awas-sapi.html |
Jika nanti kamu berkunjung ke
Geurutee cobalah sejenak berhenti dipantai yang tepat berada di tepi jalan
utama. Duduklah sejenak jika membawa cemilan dan minuman bisalah berlama-lama
sedikit. Rasakan sensasi ketenangan, laut, awan, hembusan angin, dan warna biru yang sempurna sebuah tempat
dimana kamu akan mendapati pikiran jernih membayangkan masa depan yang tenang. Jikapun sedang penat, bisalah hati kecil berkata tenang, besok pasti akan baik-baik saja.
 |
|
 |
|
Komentar
Posting Komentar