Cantiknya Sunset di Alue Naga
![]() |
| sunset alue naga |
Matahari mulai condong, sudah
pasti tidak lama lagi dia meninggalkan siang dan berpindah tempat bersinar dan
rembulan akan datang. Aku bersama dengan Abang pertama dan keluarga kecilnya mengejar tempat dimana kami bisa menyaksikan langsung langit jingga yang hendak berubah jadi malam, lalu menghabiskan waktu menatapnya hingga benar-benar tertelan. Abang pertama bilang ada satu
pantai menarik yang bisa kami kunjungi sembari menuju jalan pulang.
![]() |
| romantisme senja |
Sepanjang perjalanan, kami berhenti
pada beberapa lokasi dan kakak ipar memperkenalkan tempat-tempat yang kami lalui. Tempat pertama ialah PPS Lampulo, salah satu dermaga pengekspor ikan tuna di
indonesia. Lokasi yang cukup luas,
tetap ada aktivitas di dermaga pada sore hari. Sekelompok orang sedang memilah
ikan namun tidak terlalu ramai. Ada beberapa sudut dermaga yang digunakan
masyarakat sebagai tempat memancing mengisi waktu luang sore hari mereka. Menyenangkan sekali, setelah sepanjang hari bekerja lalu menyelesaikan hari dengan duduk tenang di dermaga dengan kail dan umpan.
![]() |
Setelah melewati lampulo, kami
berhenti di makam Syiah Kuala yang berada tepat di bibir laut, waktu berkunjung
hanya sampai pukul 17.00 kami sudah terlambat dan hanya berhenti sejenak. Angin
laut berhembus sangat kencang sepanjang perjalanan, laju kami tidak maksimal. Motor yang aku kendarai melaju tidak terlalu kenjang sebab kencang sedikit rasanya langsung terhempas hembusan. Angin laut berhembus sangat kencang sampai ke Alue Naga.
![]() |
| senja |
Tepat waktu, ada banyak
orang-orang berwajah timur tengah berkeluyuran disekitaran pantai. Hamparan pasir
yang sangat luas, bersama keponakan kecilku, kami langsung berlarian menikmati pantai dengan hamparan luas ke desiran ombak sampai terengah-engah. Kelihatannya pantai ini
kurang terawat atau belum dikomersilkan atau memang kami yang datang terlalu
senja. Akses jalan menuju pantai masih bebatuan kasar meskipun hanya sekitar
500-800 M saja jaraknya. Jauh berbeda dengan beberapa tempat sebelumnya yang Aku kunjungi. Bukan masalah sebab sunset di pantai Alue Naga adalah sebuah hadiah yang pantas
setelah seharian berlelah ria.
![]() |
| berdua denganmu |
Pesona matahari tenggelam akan
membuat suasana hati mencair bahkan seperti tersihir dalam senyap tak ingin
berkutik dari desiran ombak-ombak kecil yang tiada henti merayap diantara
pepasiran atau engkau enggan berpisah dari hembusan angin senja yang tidak
terlalu kencang tapi terus merayumu untuk bermain air sejenak dilidah pantai.
Matahari perlahan tapi pasti akhirnya tenggelam, menghabiskan waktu untuk
mencari senja dalam kamera sederhana, tidak perlu kamera sempurna untuk
mendapatkan sunset istimewa di Alue Naga.
![]() |
| bebaskan |
Keponakan dan Ayah-Ibunya begitu bahagia sebab dia
bisa menangkap bayi-bayi kepiting di pantai ini sembari membentuk pasir menjadi
sesuatu yang datang dari imajinasinya. Jika kamu datang ke Banda Aceh silakan berkunjung
ke Alue Naga di saat sore hari, kamu tidak perlu mengeluarkan uang cukup
luangkan waktu. Jarak yang hanya berjarak 3 Km dari jembatan Krueng Cut dan 10
menit dari rumah kami di Kajhu. Hemat waktu, hemat uang, tapi mendapatkan hasil
maksimal. Buat kita yang karib dengan hiruk-pikuk perkotaan aku berani jamin tidak akan ada sesal ketika selesai berkunjung, harga yang setimpal.
![]() |
| setiap hari adalah travelling |
Kami pulang dengan menyusuri
sungai yang bermuara ke lautan. Sungai tersebut konon menurut dongeng terbentuk karena seekor naga yang merayap
dari Lamyong menuju ke laut sambil menangis. Tangisan akibat dari penyesalan karena telah mengkhianati sahabat manusianya. Begitulah setiap tempat selalu memiliki kisahnya sendiri, dan semua selalu berdasar. Jika bukan kisah nyata maka akan memberi pembelajaran dari sebuah perumpamaan.
Jadi jangan lupa berkunjung ke
Alue Naga dan curilah sunset terbaik dengan mata telanjang, takkan ada sesal yang
tertinggal tapi suasana tenang yang akan kita bawa pulang.









Komentar
Posting Komentar