Pantai Lampuuk, Putih Pasir yang Menawan Mata
![]() |
| pantai Lampuuk |
“Malvin mau ikut o-om enggak?” Aku bertanya pada keponakan yang sedang asyik bermain dengan mainan yang baru saja dia dapatkan.
![]() |
“kemana Om?” tanpa melihat wajah
O-omnya, dia balik bertanya.
![]() |
“Jalan-jalan.” Dia melepas mainannya dan langsung kepangkuan O-omnya.
![]() |
“Mandi dulu, pakai jaket. Sambil nunggu
O-om yang mau antar kita nanti.” Dengan gesit bocah ini mengikuti perintah. Mungkin Cuma sekedar hadiah kecil sebelum senin nanti dia akan kembali ke rutinitas sekolahnya.
![]() |
Sesuai janji antara Aku dan Guide dari tempat sewa motor kami berjumpa pada
pukul 11.00. Dua menit pertama kami habiskan untuk berjabat tangan dan saling berkenalan dan menit berikutnya kendaraan sudah melaju. Berangkat dari wilayah Kajhu, Banda Aceh. Aku sudah memetakan lokasi mana saja yang akan dikunjungi, namun tetap menyediakan beberapa slot tempat dadakan rekomendasi dari guidenya nanti. Tentunya dimanapun berada pantai menjadi menu wajib, memandang hamparan laut luas dengan pikiran yang lepas ada kenikmatan tersendiri.
![]() |
Pantai pertama yang kami kunjungi dengan jarak tempuh
sekitar 25 km atau 45 menit perjalanan, laju motor benar-benar tidak bisa
maksimal bukan karena jalanan yang padat atau rusak. Hampir seluruh jalan yang
kami lalui bagus dan lancar tapi angin kencang membuat kendaraan harus menyesuaikan laju, agar bisa menjaga keseimbangan. Sesekali angin kencang dari laut berhembus membuat motor oleng bila laju terlalu kencang.
![]() |
Pantai Lampuuk menyambut dengan ketenangannya, pantai yang berada di Aceh Besar ini hanya mematok biaya 2ribu rupiah per orang sebagai tiket masuk untuk hari biasa. Rindangnya pepohonan menyambut kedatangan kami, sebelum benar-benar tiba dihamparan pasir putihnya. Lalu saung-saung kayu berbaris rapi dengan para pedagang yang menjajakan aneka jenis olahan lautnya, tidak ketinggalan kelapa muda. Sungguh menggugah selera begitu melihat menu yang terpampang. Lambaian ramah dari salah satu pemilik warung meluluhkan hati untuk menepi. Berhubung sebelum berangkat sudah sarapan terlebih dahulu, kelapa muda dengan gula dan es batu terpisah jadi pilihan dengan beberapa makanan ringan.
![]() |
Bale atau saung ya penyebutan yang tepat? Intinya kita bebas memilih tempat duduk yang dimau sebab pengunjung yang sedikit dan memang Aku sengaja memilih hari kerja. Tenang, teduh, damai sekali rasanya. Obat penawar yang tepat untuk menetralkan penat.
![]() |
Bale tempat bersantai berada hanya beberapa meter dari bibir pantai, sehingga nyaman untuk keluarga kecil yang ingin mengajak anak-anak untuk berkunjung karena bisa diperhatikan dari sini. Tatanan bale yang tertata rapi, susunannya begitu presisi jadi menambah keindahan pantai jadi tidak terkesan kumuh dan asal-asalan. Ada puluhan
bale sepanjang pantai dengan 4 baris ke belakang,
satu bale mampu menampung 4 sampai 6 orang.
![]() |
Selain itu banyak juga pedagang
jajanan keliling yang menawarkan jajanan seperti telur puyuh, tahu,
kacang, kerupuk, dan lain-lainnya. Keponakan kecil yang membersamaiku memilih telur puyuh sebagai cemilan tambahannya. Setelah duduk sesaat, dia beranjak ke hamparan pasir dengan riang, berlari kesana-kemari dan tertawa, seketika ditelinga rasanya terdengar iringan musik dari payung teduh. Pedagang yang melayani kami mengatakan sore barulah para pengunjung akan berdatangan.
![]() |
Pakaian ganti yang terlupa
membuat kami hanya duduk dan bermain pasir beberapa jam saja di pantai Lampuuk. Jadi kalau pembaca ke Banda Aceh jangan lupa menyempatkan diri bertandang ke pantai Lampuuk.
Pasir indah nan menawan membuat hati siapa saja yang memandang jadi tertawan.
![]() |














Komentar
Posting Komentar